Minggu, 04 Oktober 2009

Bersedekah merupakan penguji nilai ketauhidan

Mungkin hampir setiap warga Indonesia telah mengenal nama seorang da'i di Indonesia yaitu ustad Yusuf Mansyur. Beliau merupakan da'i yang sering disebut sebagai da'i yang memiliki spesialisasi tentang sedekah. Hampir materi pengajian dan materi karya bukunya merupakan materi yang berceritakan tentang kekuatan bersedekah. Jika mendengarkan ceramah beliau, secara otomatis terdorong untuk mengeluarkan sebagian harta untuk disedekahkan. Apakah bersedekah karena disuruh ustad Yusuf Mansyur atau karena panggilan hati atau karena menunjukkan kepada yang lain, tidak ada yang tahu, karena hanya Allah dan yang memberi sedekah yang tahu. Semoga terjauhkan dari niat yang salah.

Setiap manusia sudah mengetahui bahwa makna sedekah secara prakteknya adalah memberikan harta yang dimiliki kepada orang-orang yang membutuhkan yang digunakan untuk kebaikan. Dari definisi tersebut, mungkin bisa diketahui bahwa sedekah ini ternyata sulit untuk dipraktekkan. Hampir semua manusia terutama kaum muslimin tahu tentang manfaat sedekah. Sampai anak kecil pun bisa mengerti makna sedekah ini. Lalu, apa yang susah? Secara teori bersedekah itu sangat mudah dan sederhana tetapi di lain hal untuk mempraktekkannya sangat sulit. Ketika manusia tahu dan mengerti tentang teori sedekah yang diberikan oleh ustad Yusuf Mansyur yaitu dengan memberikan sedekah maka Allah akan memberikan kembali 10 kali lipat jadi dalam bersedekah tidak ada istilah sisa uang dari sedekah tapi menjadi berapa banyak hasil sedekah. Dalam hitungan menit, setiap orang bisa mengerti teori ini. Tetapi secara praktek masih ada beberapa ganjalan yang terasa.

Jika diperhatikan, teori sedekah yang disampaikan oleh ustad Yusuf Mansyur sebenarnya sangat berkaitan dengan teori ketauhidan. Ketika bersedekah, apakah kita yakin bahwa kita sedekah karena Allah SWT atau hanya karena mengharapkan yang lain. Mungkin beliau tidak menyalahkan ketika meminta kepada Allah dan itu hal yang wajar kita meminta kepada Allah. Permasalahannya kita meminta kepada Allah sebagai hamba yang benar-benar tergantung kepada Allah dan siap untuk menerima hal yang terbaik yang diberikan Allah atau kita hanya mengharapkan materi yang kita sedekahkan kembali 10 kali lipat. Di sinilah teruji ketauhidan kita, apakah kita menggantungkan hidup kita hanya kepada Allah atau kita menggantungkan diri kita terhadap materi. Bisa jadi orang akan depresi ketika hal yang diinginkannya tidak dikabulkan oleh Allah SWT karena Allah merasa ada hal yang lebih baik bagi dia (lihat Al-Baqarah ayat 216) padahal dia telah mengeluarkan sebagaian besar hartanya. Hal menarik juga yang disampaikan ustad Yusuf Mansyur dengan memberikan contoh bahwa orang yang bersedekah ternyata tidak mendapatkan hal yang dharapkannya tapi Allah menggantikan yang lain yang lebih baik. Nah contoh seperti ini berkaitan dengan firman Allah Al-Baqarah ayat 216 maka secara otomatis kita mempercaya kalimat Allah.

Hal unik yang akan dihadapi oleh manusia ketika akan bersedekah. Sekali lagi semua orang akan dengan mudah mengerti teori tentang sedekah bahwa Allah akan menggantikan sedekah tersebut kepada kita (bahkan berlipat ganda ketika bulan Ramadhan). Tetapi ketika kita akan menuaikan ibadah sedekah ini, kadang hati akan bergejolak mengatakan keraguannya atas teori ini. Nah inilah momen pengujian kepada diri kita, apakah kita percaya bahwa Allah berkata benar? Jika gejolak itu ada maka itu adalah ujian terhadap kebenaran janji Allah. Jika kita runut lagi maka sangat kompleks pembahasan ini.

Jika berbicara sedekah, teringat dengan cerita Umar bin Khatab dan Abu Bakar. Umar bin Khatab dengan tidak ragu menyumbangkan setengah hartanya untuk jalan dakwah. Ternyata Abu Bakar lebih baik lagi, beliau menyumbangkan seluruh hartanya untuk jalan dakwah. Ketika Umar bin Khatab mengetahui jumlah sedekah Abu Bakar, Umar langsung berkata bahwa dia tidak bisa melebihi Abu Bakar. Cerita ini mungkin setiap orang akan berpikir bahwa Abu Bakar adalah orang yang aneh mensedekahkan seluruh hartanya. Lalu bagaimana makan beliau untuk sehari-hari? Ternyata Abu Bakar menggantungkan hidupnya kepada Allah SWT.

Allah akan menguji kaumnya melalui empat hal, yaitu harta, kekuasaan, suam/istri, dan anak. Sedekah merupakan ujian bagi kita mengenai harta. Apabila kita mencintai harta kita maka kita tidak akan bersedia bersedekah banyak. Kasus seperti itu sama kasusnya manusia yang menggantungkan hidupnya kepada harta bukan kepada Allah. Kasus ini bisa menjadi lebih parah ketika harta itu menjadi thogut bagi manusia. Semoga kita dijauhi dari thogut.

Sedekah yang ikhlas merupakan melatih diri kita untuk menghindari dari thogut harta. Latihan ini harus dilakukan secara terus-menerus untuk melatih diri tetap menggantung diri kepada Allah SWT. Semoga hati kita tetap bergantung kepada Allah SWT. Amin

Minggu, 13 September 2009

Bekerja dan Belajar di Bulan Ramadhan di Korea

Berada di luar negeri merupakan suatu hal yang dibanggakan setiap orang. Tidak hanya dibanggakan oleh keluarga tetapi juga tetangga juga bisa ikut bangga. Rasa bangga ini timbul dikarenakan ketika kita berada di luar negeri pandangan umum setiap manusia adalah tingkat kesejahteraannya akan meningkat apabila tujuannya untuk bekerja dan tingkat ilmunya akan meningkat apabila tujuannya untuk belajar.

Banyak Negara maju menjadi pilihan utama beberapa orang untuk bisa ke Negara tersebut. Beberapa orang memiliki pandangan bahwa Negara maju merupakan Negara yang siap memberikan gaji yang besar kepada pekerja asing, memiliki sekolah yang lebih bagus dari Negara sendiri dll. Dikarenakan pandangan seperti itu, beberapa orang berlomba-lomba untuk melanjutkan hidup di luar negeri terutama Negara maju. Korea merupakan Negara berkembang yang telah berubah menjadi Negara maju. Perekonomiannya sudah mulai mampu bersaing dengan negara-negara maju yang lainnya. Korea memiliki banyak industry yang maju dan produk dari Korea mampu bersaing di pasar internasional. Sebagian besar perekonomian Korea disumbang dari sektor industri. Dikarenakan industri Korea sangat maju, maka secara otomatis Korea membutuhkan tenaga kerja yang cukup besar. Peluang ini dimanfaatkan oleh beberapa orang dari Indonesia untuk bisa bekerja di Korea. Begitu juga di bidang pendidikan, Korea merupakan Negara yang lagi mempercepat perkembangan industry mereka oleh karena itu universitas-universitas di Korea berusaha bisa bersaing hasil penelitian mereka di internasional. Saat ini juga Korea masih memimpin dalam teknologi informasi dan juga masih bisa bersaing dalam dunia elektronik. Dengan alasan ini, beberapa pelajar dari Indonesia juga beusaha belajar di Korea.

Di lain pihak yang menjadi tantangan beberapa orang Indonesia ketika datang ke Korea adalah perbedaan budaya. Perbedaan budaya ini yang bisa menjadi tantangan yang harus dihadapi atau sebagai kesempatan yang perlu diadopsi. Ada beberapa budaya Korea yang mempunyai nilai positif seperti menghormati orang yang lebih tua, tetapi tidak semua budaya di Korea bagus. Saat ini budaya Korea mulai dipengaruhi oleh budaya-budaya negatif. Seperti bermesraan sepasang manusia yang bukan muhrim di tempat umum merupakan hal sangat biasa. Budaya yang seperti tersebut yang menjadi tantangan buat kaum muslim yang berada di sini untuk tidak terpangaruh dengan budaya tersebut.

Pada bulan Ramadhan, kaum muslimin di Korea yang merupakan kaum minoritas memiliki cobaan yang sangat besar. Tantangan itu mulai waktu buka bukan menjadi waktu istirahat, tugas yang sangat banyak, tempat untuk shalat berjamaah yang terbatas dll. Tantangan ini tidak hanya dihadapi oleh pekerja tetapi juga oleh pelajar.

Para pekeja di Korea memiliki tantangan terbesar dalam bulan Ramadhan. Tantangan itu adalah waktu kerja mereka yang memakan durasi yang lama dalam sehari dan juga mendapat pekerjaan yang membutuhkan energy yang besar. Ada beberapa pekerja di Korea merasa tidak mampu menjalankan Ramadhan dengan sempurna dengan beban pekerjaan yang dipegangnya sangat besar. Dan ada juga para pekerja merasa berat ketika waktu berbuka merupakan waktu kerja bukan waktu istirahat. Ada beberapa sajeng (nama bos pabrik red.) mungkin mengizinkan pekerjanya untuk istirahat sebentar untuk berbuka tetapi ada juga yang tidak mengizinkan. Beberapa strategi yang bisa dilakukan paa pekerja dengan cara menyimpan roti dan memakan roti tersebut ketika berbuka. Selain itu, yang menjadi halangan adalah untuk mengerjakan shalat tarawih. Ada beberapa pekerja yang mendapat shift dari siang sampai malam, sehingga ketika sudah selesai kerja mereka akan sangat lelah dan kesulitan untuk mengerjakan ibadah shalat malam. Begitu beratnya halangan atau tantangan yang akan dihadapi ketika Ramadhan, ada sedikit pekerja yang memilih berhenti sementara untuk kerja selama sebulan hanya untuk mengisi Ramadhan dengan ibadah.

Tantangan paling terberat ketika bulan Ramadhan di Korea di kehidupan pekerja adalah lingkungan yang tidak mendukung. Budaya mabuk di Korea merupakan budaya yang biasa. Hampir setiap hari pada malam hari kita dapat melihat orang mabuk. Dengan gaji yang cukup besar, pada saat waktu senggang membuat pekerja tergoda untuk terpengaruh dalam budaya tersebut. Hal yang bisa diantisipasi adalah dengan berusaha mendekatkan diri ke lingkungan yang benar. Di Korea banyak terdapat mushola-mushola yang dikelola oleh pekerja Indonesia. Dan mushola tersebut memiliki kegiatan yang banyak untuk meningkatkan keimanan. Musholal ah mempunyai peranan penting untuk mewarnai Ramadhan untuk mencegah budaya mabuk ini.
Dalam dunia pelajar yang belajar di Korea, tantangan yang dihadapi selema bulan Ramadhan tidak terlalu sama dengan para pekerja. Tantangan yang dihadapi adalah waktu kerja yang ditentukan oleh lab ada yang mencampai 12 jam setiap hari dan lebih berat lagi ada beberapa pelajar yang tidak pulang 24 jam di lab terus untuk mengerjakan tugas penelitian. Pada saat di lab, pelajar tidak hanya berpikir dan kadang melakukan eksperimen. Ada beberapa pelajar yang eksperimennya memakan waktu yang cukup lama dan harus menginap di lab. Dengan pekerjaan penelitian yang seperti ini, tidak banyak pelajar kesulitan juga dalam mengerjakan ibadah malam. Tetapi ada beberapa pelajar juga berusaha mengatur jadwal eksperimennya sehingga tidak sampai eksperimen sampai larut malam.

Tantangan yang lain dihadapi pelajar adalah ketika ada pesta yang dilaksanakan lab. Pada saat pesta, pembimbing penelitian selalu menawarkan kepada mahasiswanya minuman beralkohol. Di sini lah para pelajar harus bisa berani untuk menolak minuman beralkohol tersebut. Mau tidak mau, pelajar juga harus bisa “mengisi ulang” keimanannya dengan pengajian-pengajian yang dilakukan oleh internal pelajar. Jaak yang jauh tidak menjadi masalah bagi pelajar. Ta’lim online dengan menggunakan media conference tertentu cukup sering dilakukan oleh pelajar di sini. Selain itu ada sebagian pelajar juga ikut serta dalam kegiatan amal jama’i via online dengan pelajar dari Negara lain. Tadarusan online merupakan program amal jama’i yang dilakukan oleh pelajar. Secara umum, program ibadah yang dilakukan pelajar hampir semuanya berhubungan dengan internet. Hal ini dikarenakan pelajar relatif mudah akses internet dengan kecepatan yang tinggi. Dengan memanfaatkan Korea sebagai Negara yang memiliki kualitas internet yang terbaik di dunia, pelajar di sini dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan optimal.

Secara umum tantangan yang dihadapi adalah waktu kerja yang relatif lama yang mengakibatkan energy untuk ibadah juga terkuras dan juga budaya yang tidak sesuai dengan Islam. Tapi kedua tantangan tersebut dapat disiasati oleh pelajar dan pekerja di sini dengan beberapa strategi. Pekerjaan selesai Ramadhan juga dapat dijalankan dengan optimal.

Kamis, 20 Agustus 2009

Efek yang Terjadi di Bulan Ramadhan dari Berbagai Aspek

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah. Pada bulan ini kita mengerjakan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Pada bulan Ramadhan ini berbagai kejadian maupun keuntungan yang terjadi dari berbagai aspek. Kejadian yang terjadi merupakan tantangan yang dihadapi.

Puasa secara bahasa berarti menahan diri. Arti puasa secara istilah adalah menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Makna menahan diri di sini tidak hanya menahan diri dari rasa lapar atau rasa haus belaka, tetapi menahan diri baik dalam mengendalikan nafsu maupun pikiran.

Puasa merupakan suatu kegiatan yang memberikan efek dari berbagai aspek terutama pada saat bulan Ramadhan. Aspek yang utama memberikan efek positif adalah aspek kesehatan.

Jika kita melihat puasa dari aspek kesehatan fisik maka kita dapat menduga ini berasal dari tidak makan setengah hari. Hal menarik ketika hidup di Negara yang tidak dominan beragama Islam, beberapa orang akan menanyakan kepada kita apakah kamu tidak mati kelaparan? Mereka akan berpikir puasa merupakan kegiatan menyiksa diri sendiri apalagi jika mereka tahu ga makan dan minum dari pagi sampai sore menjelang malam. Jika kita melihat berdasarkan aspek kesehatan bahwa puasa merupakan kegiatan yang baik. Dimana pada saat kita puasa alat pencernaan kita akan mengalami istirahat.

Orang yang berpuasa tidak makan dan minum sekitar 8-10 jam (kasus yang berbeda dihadapi kaum muslimin yang tinggal daerah subtropics yang bisa memakan waktu puasa sekitar 12 jam pada musim panas). dan itu tidak membahayakan kesehatan dan tidak menyebabkan dehidrasi yang buruk bagi tubuh manusia. Sebaliknya, dehidrasi ringan dan penyimpanan air dalam tubuh bisa meningkatkan kesempatan hidup. Dampak positif lainnya bagi tubuh, puasa bisa menurunkan kadar gula darah, kolesterol dan mengendalikan tekanan darah. Itulah sebabnya, puasa sangat dianjurkan bagi perawatan mereka yang menderita penyakit diabetes, kegemukan dan darah tinggi. (sumber http://www.litbang.depkes.go.id )

Tetapi jika secara medis tidak memungkinkan berpuasa, maka sebaiknya kita tidak berpuasa. Apabila tidak bisa berpuasa pada bulan Ramadhan dikarenakan alas an tertentu, kita masih bisa menggantikan puasa tersebut pada hari yang lain, apabila masih tetap tidak bisa puasa lagi bisa diganti dengan bayar fidyah. Sesungguhnya Allah tidak memberatkan hambaNya.

Puasa juga memberikan efek terhadap kesehatan psikis kita. Berdasarkan pengertian puasa yaitu menahan diri, kita juga diwajibkan untuk menahan diri dari nafsu. Ramadhan merupakan waktu yang optimal menjalankan puasa selama sebulan penuh. Selama sebulan penuh jika kita menjalankan puasa secara yang benar yaitu menjalankan puasa berdasarkan definisi utuh maka kita akan mendapatkan kesehatan secara psikis. Dimana pada saat puasa kita mengendalikan nafsu baik nafsu amarah, nafsu syahwat, nafsu makan, nafsu untuk mendapatkan sesuatu dll. Mengendalikan di sini bukan berarti meninggalkan atau tidak melakukan tetapi melakukan sesuatu berdasarkan hak dan ukurannya. Dengan melatih diri kita dalam mengendalikan diri selama sebulan penuh maka jiwa orang berpuasa akan memiliki jiwa yang arif, dia akan melakukan sesuatu berdasrakan kadar kebaikan buat dirinya dan bagi orang sekitar. Umat Islam senantiasa mengingat nasehat Nabi Muhammad SAW yang mengatakan, “Jika sesesorang menghujatmu atau menyulut emosimu, katakanlah bahwa saya sedang berpuasa.”

Dari aspek kepekaan social, puasa memberikan rasa empati bagi rakyat yang tidak sejahtera. Makna puasa ini bisa membuat orang yang kaya merasakan penderitaan orang miskin. Hal ini dapat dirasakan bahwa pada menjalankan puasa setiap manusia akan merasakan kondisi yang sama pada siang hari yaitu kondisi menahan lapar. Bisa kita perhatikan pada saat menjalankan puasa dapat mengurangi kesenjangan social antar si kaya dan si miskin.

Dari aspek rasa kekeluargaan terasa juga efek yang diberikan pada bulan Ramadhan. Pada bulan Ramadhan ibadah yang menjadi langganan umat muslim adalah ibadah shalat Tarawih berjama’ah. Pada saat menjalankan ibadah shalat berjama’ah biasanya penduduk di suatu daerah akan beramai-ramai dating ke mesjid untuk menuaikan ibadah shalat Tarawih berjama’ah. Nah, dengan berkumpulnya warga di mesjid maka bisa dimanfaatkan sebagai ajang silaturahim. Oleh karena itu rasa kekeluargaan bisa ditingkatkan dengan memanfaatkan momen silaturahim di mesjid. Selain itu rasa saling berbagi iftar bersama di mesjid juga terasa. Hal ini dapat terlihat dengan membuat jadwal pemberian iftar bersama di mesjid yang dilakukan oleh DKM mesjid. Hal yang terpenting adalah bagaiman memanfaatkan momen silaturahim di mesjid ini sebagai momen untuk mempererat rasa kedekatan.

Yang cukup menarik fenomena yang sering muncul di bulan Ramadhan pada aspek ekonomi. Fenomena tersebut adalah lonjakan harga-harga pada saat bulan Ramadhan. Berdasarkan teori ekonomi , harga akan naik apabila permintaan naik tetapi penwaran dalam jumlah sedikit. Dan pada teori ini diharapkan harga muncul pada kondisi equilibrium (bisa dilihat pada Gambar 1.).


Gambar 1. Kurva Permintaan dan Penawaran

Pada aspek ekonomi inilah menjadi tantangan bagi para peneliti di bidang ekonomi untuk menciptakan teori baru. Teori seperti ini bisa membuat pedagang berlaku curang dengan cara menimbum barang-barang sampai bulan Ramadhan barang tersebut akan dijual. Dalam kondisi ini pedagang melihat suatu peluang mendapat keuntungan jika barang-barangnya dijual pada saat bualn Ramadhan (terutama sembako) karena pedagang sudah memprediksi bahwa permintaan pada bulan Ramadhan akan meningkat. Untuk mengantisipasi kondisi ini, peran pemerintah juga diharapkan menjadi pihak yang bisa mengendalikan teori ekonomi ini.

Pada aspek teknologi yang menjadi tantangan para ilmuwan adalah bagaimana caranya menentukan awal Ramadhan dan tanggal 1 Syawal. Ini merupakan isu setiap tahun dalam penentuan jadwal Ramadhan. Dalam buku “Rukyah dengan teknologi: Upaya Mencari Kesamaan Pandangan tentang Penentuan Awal Ramadhan dan Syawal”, Dr. Ir. S. Farid Ruskanda, M.Sc mengungkapkan ada berbagai alternatif teknologi untuk pengamatan (rukyah) bulan sabit (hilal) yang menandai awal dari bulan pada tahun qamariah secara objektif. Pengamatan objektif dilakukan melalui instrument observasi dan dapat direkam serta dipancar-luaskan. Alternatif pertama adalah perangkat teleskop kamera video untuk cahaya tampak; kedua, perangkat untuk inframerah untuk penyinaran bulan dengan laser secara aktif; dan keempat dengan menggunakan perangkat radar.

Selanjutnya Dr. Ir. S. Farid Ruskanda, M.Sc menjelaskan bahwa ketiga alternatif pertama, yang menggunakan teknologi optoelektronik, praktis tak dapat mengatasi kendala cuaca (awan dan sebagainya) sedangkan pilihan keempat, menggunakan gelombang mikro, berpotensi untuk mengatasi masalah cuaca tersebut.

Selanjutnya aspek transportasi, akhir ramadhan merupakan puncak arus penggunaan transportasi untuk mudik. Transportasi yang padat hampir semua transportasi yaitu transportasi melalui darat, laut dan juga udara. Yang menjadi isu di aspek ini adalah bagaiman cara untuk mengatur semua sarana transportasi bisa mengurangi tingkat kecelakaan.

Dari uraian di atas, bulan Ramaadhan memberikan efek yang dahsyat bagi diri kita terutama dalam aspek kesehatan, social dan kekeluargaan. Semoga Ramadhan yang kita hadapi merupakan Ramadhan yang lebih baik dari sebelumnya.


Hadi Teguh Yudistira

Anggota Bidang Riset & Kompetisi MITI-Mahasiswa

Mohon maaf lahir dan batin untuk menyambut bulan Ramadhan 1430 H

Assalamu'alaikum Wr.Wb,
Ramadhan hanya tinggal beberapa hari lagi, pintu bulan yang penuh berkah ini sudah terlihat jelas. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat baik. Bulan yang dimana Al-Qur'an diturunkan serta terdapat malam lailatul Qadr.
Marilah sebelum memasuki bulan yang penuh berkah ini dengan saling memaafkan agar ibadah shaum di bulan Ramadhan dapat dilaksanakan dengan hikmah.

Ada sebuah film karton yang menarik tentang puasa.. silahkan lihat di Upin dan Ipin

Sabtu, 18 Juli 2009

Ledakan bom terjadi di Rizt Carlton dan JW Mariot Membuat trauma terhadapa Islam??

Indonesia berkabung. Ledakan bom terjadi lagi di Jakarta tepatnya di hotel Rizt Carlton dan JW Mariot. Ledakan ini bukan hanya membuat korban saja berkabung tetapi seluruh rakyat Indonesia. Kesedihan juga saya rasakan bukan karena MU gagal datang ke Indonesia tetapi kejadian ini membuat nama Indonesia (notabene adalah negara yang jumlah Muslimnya terbesar) tercoreng alias menjadi negara tidak aman.

Kejadian ini merupakan pukulan telak bagi rakyat Indonesia pada umumnya. Kenapa menjadi pukulan telat? Hal ini dikarenakan pandangan dunia terhadap Indonesia sebagai negara yang penuh dengan teroris. Hal ini juga dialami oleh Pakistan. Salah satu rekan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Pakistan mengalami kesulitan untuk mengurusi visa ke Belanda untuk menghadiri Simposium Internasional 2009 di Den Haag dengan alasan bahwa Pakistan tersuspect negara teroris. Saya khawatirkan Indonesia bisa jadi tersuspect seperti ini dengan kejadian bom ini. Tapi bagi saya, Indonesia masih bisa untuk memulihkan nama baiknya di depan mata dunia. Lebih mendalam lagi, yang saya khawatirkan adalah Islam dipandang jadi agama teroris. Loh kok korelasinya seperti ini? Sesuai yang saya katakan bahwa Pakistan sudah mendapat suspect sebagai negara teroris dimana kita ketahui bahwa Pakistan adalah negara yang dominan Islam. Dengan kejadian bom di Jakarta ini, saya khawatir membuat Islam tercoreng lagi.

Sebenarnya kekhawatiran saya tentang pandangan orang lain tentang Islam merupakan negara kekerasan bukan hanya sekedar asumsi saya. Beberapa hari lalu, sebelum kejadian bom di Jakarta, salah satu partner saya dalam penelitian di sini menanyakan ke saya bahwa apakah India memiliki budaya yang sama dengan Indonesia. Awalnya saya pikir pertanyaan ini merupakan pertanyaan biasa yang mencoba korelasikan bentuk ras yang sama antar Indonesia dengan India. Tetapi singkat cerita, ketika saya tanya kenapa dia menanyakan tentang itu, dia menjawab bahwa dia telah nonton suatu film (saya lupa judul film nya) yang berisikan tentang Islam di India. Dia menanyakan budaya Islam yang ada di film tersebut. Dan dia mencoba klaifikasi terhadap budaya di Indonesia. Sebenarnya yang saya tangkap, dia menanyakan budaya Islam. Pada saat itu, saya hanya bisa menjelaskan bahwa Islam mengajarkan kebaikan bukan peperangan, tapi sebelum berkomentar lebih banyak saya meminta kepada dia untuk meminjamkan film itu agar saya bisa nonton dan bisa menjelaskan persepsi apa yang salah dalam film itu atau meluruskan. Kasus lain, satu hari sebelum kejadian ledakan bom, saya ada lab meeting singkat dengan supervisor. Di akhir lab meeting, beliau mengatakan bahwa ada International conference di USA. Tetapi beliau agak khawatir mahasiswa dari Indonesia untuk dapat visa pergi ke USA. Beliau mengatakan bahwa Indonesia dominan muslim sehingga agak mempersulit proses visa. Walaupun saya sendiri belum tahu alasan dari kedubes USA.

Inilah tugas terberat kita sebagai kaum muda Indonesia pada umumnya dan kaum muda muslim pada khususnya. Kita harus meluruskan bahwa norma yang diajarkan Islam tidak sesuai yang mereka bayangkan. Dan tugas kita juga menjelaskan bahwa Indonesia adalah negara yang penuh norma dan nilai yang ada dan tidak mengajarkan tentang kekerasan. Semoga aja judul artikel ini hanya sebuah khawatir saya yang tidak terbukti. Semoga tidak ada lagi yang trauma dengan Islam.

Rabu, 20 Mei 2009

Sepuluh Tantangan yang Akan Dihadapi

Tantangan akan selalu datang dalam kehidupan ini. Lalu bagaimana menyikapi tantangan tersebut? Tantangan ini harus dihadapi untuk mencapai suatu kehidupan yang sejahtera. Pada tulisan saat ini tantangan yang dihadapi berupa tantangan untuk sekelompok orang bukan tantangan pribadi. Tantangan ini diprediksikan akan muncul sekitar 50 tahun ke depan. Tantangan itu adalah:

Pertama adalah energi (energy). Kita sudah mengetahui bahwa energi merupakan tantangan (issue) yang muncul pada saat ini. Bukan hanya Indonesia tetapi Negara lain juga berusaha untuk menyelesaikan tantangan ini. Ada beberapa alternatif yang dikeluarkan untuk menciptakan energi yang terbarui. Saya ambil salah satu solusi yang ditawarkan dalam tantangan ini yaitu solar cell. Sampai saat ini solar cell ini masih terus dikembangkan agar bias menjadi salah satu solusi untuk tantangan energi. Sampai saat ini banyak ilmuwan yang berusaha untuk menaikkan efesiensi dari solar cell. Prof Smalley merupakan salah satu ilmuwan yang telah memberikan kontribusinya untuk menjawab tantangan energi ini. Beliau telah berhasil menemukan Carbon nano tube (CNT) yang merupakan material yang memiliki electrical properties dan mechanical properties yang sangat bagus. Prof Smalley berhasil memberikan karyanya untuk menjawab tantangan ini.

Kedua adalah air (water). Air merupakan sumber kehidupan. Untuk meneliti apabila suatu daerah ada kehidupan maka kita dapat melihat atau mencari apa daerah tersebut memiliki air atau tidak. Begitu penting air ini bagi kehidupan kita. Di cairan dalam tubuh kita terdiri kurang lebih 60 % air. Ini lah salah satu aspek air begitu penting dalam kehidupan. Lalu apa masalah dengan air? Saya hanya ambil kasus di Indonesia saja. Kita dapat mengetahui ketika pada musim kemarau, air sulit dicari pada daerah tertentu . Tetapi ketika pada musim hujan, air tersebut bisa membuat kerugian. Nah, salah satu tantangannya adalah mengendalikan ketersediaan air di permukaan bumi. Tidak hanya ini saja, untuk mengelola air untuk bisa dikonsumsi mempunyai tantangan tersendiri.

Ketiga adalah pangan (food). Kita sudah mengetahui bahwa pangan merupakan kebutuhan primer manusia. Jika terjadi krisis pangan maka kehidupan manusia akan menghadapi ancaman. Oleh karena itu, tantangan ini menjadi tantangan serius yang perlu segera ditanggapi. Pada saat ini Indonesia berhasil menghadapi tantangan krisi pangan ini dengan berhasil menjadi Negara swasembada beras. Semoga keberhasilan ini masih bisa dipertahankan.

Ketiga tantangan ini merupakan agenda pada departemen Ristek Indonesia. Saat ini Ristek lagi mencoba gencar melakukan penelitian tentang FEW (Food, Energy, Water).

Keempat adalah lingkungan (environment). Dengan alas an apapun, lingkungan harus tetap dijaga keseimbangannya. Seiring dengan berkembangnya industri di muka bumi ini menjadi ancaman terbesar terhadap lingkungan. Oleh karena itu, setiap Industri diharapkan memiliki satu divisi yang selalu memperhatikan AMDAL di lingkungan sekitar industri tersebut. Saat ini sudah banyak berkembang LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang bergerak di bidanga lingkungan. LSM ini diharapkan bisa menjadi system kendali untuk mengamati isu lingkungan ini.

Kelima adalah kemiskinan (poverty). Tantangan ini sedang dihadapi oleh Indonesia. Untuk membicarakan tentang kemiskinan, banyak sudut pandang akan muncul untuk memberikan solusi. Lalu solusi yang mana yang tepat? Solusi yang tepat harus disesuaikan dengan kondisi saat itu. Isu ini mungkin teman-teman dari ilmu kedisplinan social lebih banyak yang kontribusi.

Keenam adalah teroris dan perang (terrorism and war). Untuk tantangan ini saya tidak bisa banyak menjelaskan. Bisa jadi isu ini bekaitan dengan perdagangan senjata di dunia (perdagangan yang terjadi bisa terjadi antar entitas bukan antar Negara).

Ketujuh adalah penyakit (disease ). Saat ini sudah muncul viru flu babi (H1N1) yang masih menghebohkan dunia. Nah, tantangan ini merupakan tantangan di dunia kesehatan. Bukan hanya ini saja yang menjadi tantangan di dunia kesehatan. Ada tantangan yang lain mengenai penyakit, hanya saja flu babi menjadi tantangan yang lagi hangat dibahas saat ini.

Kedelapan adalah pendidikan (education). Indonesia saat ini sudah berani untuk menyediakan 20% dari anggaran pemerintahan untuk pendidikan. Sikap ini bisa jadi jawaban untuk menjawab tantangan di dunia pendidikan. Kualitas suatu Negara bisa diukur dari kualitas pendidikan yang diberikan oleh Negara tersebut.

Kesembilan adalah demokrasi (democracy). Menurut saya masih ada kekurangan demokrasi yang dilaksanakan di Indonesia. Dengan menganggap semua suara adalah sama bisa jadi menjadi permasalahan. Artinya suara orang yang tidak mengerti sama sekali dianggap sama dengan suara orang yang mengerti.

Kesepuluh adalah populasi (population). Bumi memiliki luas yang terbatas. Jika populasi manusia semakin bertambah maka diperlukan lahan untuk tempat tinggal manusia. Mungkin tantangan bisa dibayangkan apabila terjadi. Tantangan ini sangat berkaitan dengan tantangan kedua, ketiga, keempat dan kelima.

Kesepuluh tantangan ini menjadi tugas besar dari peneliti untuk memberikan jawabannya. Jawaban ini berupa karya yang dihasilkan oleh peneliti.

Sabtu, 16 Mei 2009

Niat, tujuan dan usaha

Tulisan saat ini merupakan pendapat pribadi saya mengenai niat, tujuan dan usaha. Mengapa tiga komponen ini saya ambil untuk dibahas? Karena tiga komponen ini adalah komponen yang dibutuhkan dalam meraih cita-cita.

Niat merupakan motivasi di dalam diri manusi untuk melakukan sesuatu.
Tujuan merupakan arah yang akan kita capai.
Usaha merupakan proses yang kita lakukan untuk mencapai tujuan.

Ketiga komponen itu saya analogikan sebagai sebuah mobil yang akan melakukan perjalanan. Niat saya analogikan sebagai bahan bakar. Jika bahan bakarnya salah maka mobil tersebut tidak akan jalan. Nah niat ini merupakan komponen utama. Jika kita memiliki niat yang beda maka motivasi untuk melakukan sesuatu pun akan mengalami kerusakkan. Apa yang dimaksud dengan kerusakan ini? Yang dimaksud kerusakan ini adalah nilai semangatnya akan menghilang atau nilai pahalanya akan hilang.

Tujuan dianalogikan sebagai tempat yang ditujukan. Ketika kita ingin berkendaraan, pasti kita harus punya tujuan. Kalau tidak ada tujuan maka kita akan menghabiskan energi tanpa mendapatkan sesuatu.

Usaha dianalogikan sebagai jalan yang dilalui. Kita harus memilih jalan yang bagus dan yang benar. Ketika kita sudah punya tujuan, tapi kita gunakan jalan yang hancur maka mengakibatkan kendaraan kita akan rusak. Begitu juga maksud dari usaha, jika usahanya tidak benar maka akan menghasilkan kerusakan walaupun tujuan akan tercapai.

Dengan analogi seperti itu maka menurut saya niat, tujuan dan usaha adalah komponen yang harus diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari.

Selasa, 21 April 2009

Bahagia Berkeluarga

Tulisan ini saya buat sebagai pengamatan saya untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi kehidupan berkeluarga. Pengamatan yang saya lakukan adalah melihat kejadian yang terjadi sekitar kehidupan saya.

Keluarga merupakan suatu kelompok terkecil dari suatu komunitas warga, dimana keluarga tersebut terdiri dari minimal dua orang yaitu suami dan istri. Tujuan dari keluarga ini adalah mempersiapkan keturunan yang memiliki kepribadian yang unggul (dalam Islam terkenal dengan muwashofat (10 kepribadian muslim)). Oleh karena itu, salah satu fungsi dari keluarga adalah fungsi pembinaan/ kaderisasi. Dengan adanya fungsi kaderisasi maka membentuk keluarga tersebut tidak semudah membalikkan kedua tangan.

Dengan penjelasan dari paragraf sebelumnya, maka diperlukan pengetahuan persiapan membangun keluarga bahagia. Makna bahagia di sini adalah merasakan ketenangan dalam mencapai tujuan serta dapat meraih tujuan tersebut. Dari pengamatan terhadap kejadian yang ada, ternyata diperlukan tiga hal diperhatikan untuk mencapai bahagia dalam berkeluarga. Yaitu:
  1. Komunikasi yang terbuka di keluarga. Komunikasi adalah komponen yang terpenting. Dengan adanya komunikasi ini maka kita bisa membentuk keluarga yang memiliki visi bersama. Selain itu, komunikasi dapat menghidari sikap ketidakpercayaan antara anggota keluarga. Sebaiknya komunikasi dilakukan pada seluruh aspek, misalnya keuangan, pendidikan anak, persiapan liburan, permasalahan yang dihadapi dll.
  2. Jangan jadikan bahwa uang adalah tujuan hidup. Uang mungkin sebagai salah satu komponen terpenting dalam hidup. Saya tidak membohongi diri saya bahwa dalam berkeluarga sangat dibutuhkan uang (salah satu kepribadian muslim adalah mandiri dalam ekonomi yang notabenenya mempunyai uang). Tapi bukan berarti kebahagian itu dinilai dari banyaknya uang. Saya merupakan penganut bahwa kaya itu bukan lah tujuan tapi kaya adalah suatu resiko/efek. Artinya ketika kita mempunyai cita-cita, dan jika cita-cita tersebut dapat diraih maka uang akan mengalir dengan sendirinya.
  3. Saling mengerti dan memahami. Point ini adalah turunan dari point pertama. Maksud dari point ini adalah bagaimana sang suami bisa memahami keadaan dan sifat istri mulai dari yang baik sampai yang buruk, begitu juga sebaliknya. Sehingga fungsi point ini adalah adanya sikap sebagai penghibur ketika suami lagi punya masalah atau ketika istri lagi punya masalah. Kenapa point ini sebagai turunan point pertama? Karena pada point ini dibutuhkan kemampuan komunikasi yang baik untuk mengeti dan memahami keadaan anggota keluarga (suami, istri, anak).
Ketiga point tersebut dibutuhkan dalam membentuk keluarga bahagia (bahagia berkeluarga). Semoga hasil pengamatan ini yang selanjutnya saya sadurkan dalam bentuk paparan atikel bisa diaplikasikan dengan mudah dalam membentuk keluarga.

Minggu, 19 April 2009

Hasil dari Facebook...

Mungkin bisa membantu mengenal saya lebih dekat.. Ini merupakan hasil dari facebook:
Hanya merupakan prediksi saja, silahkan untuk berpikir objektif terhadap saya sendiri... :D

Hadi telah menghitung tarikh lahirnya dalam tahun Islam.
Bulan kelahiran Islam anda adalah pada 18 Muharram 1408 Hijrah iaitu jatuh pada hari Sabtu.

Maksud : Bulan ini mengambil perkataan "Haram" yang bermaksud terlarang. Ini disebabkan budaya atau tradisi Arab mengharamkan sebarang peperangan pada bulan ini. Selepas munculnya Islam, Allah meneruskan budaya ini lantas menjadi satu antara empat bulan haram dalam Islam.

Sifat : Seseorang itu bersifat pendiam dan memiliki pemikiran yang sihat. Mungkin akan menjadi tidak sihat sekiranya anda tidak mendapat didikan yang sempurna. Walaupun begitu, jika dididik dengan baik, anda boleh menjadi seorang yang cerdik kerana bakat fikiran yang pintar dan cerdas yang ada pada anda. Di samping itu anda mempunyai keinginan yang baik dan selalu berada dalam keadaaan yang selamat.

Sabtu, 04 April 2009

Ungkapan Hari ini...

Dua kata yang sangat mudah diucapkan tapi memerlukan perjuangan untuk pelaksanaannya yaitu:
  1. Sabar
  2. Iklhas
Mungkin mulut kita bisa mengucapkan kata tersebut berulang-ulang tapi hati kita sulit melakukannya secara kontinuitas kecuali bagi orang-orang yang tahu maknany..

Selamat untuk berlatih mempraktekan kedua kata tersebut....

No Limit

No Limit

Cheeky Quote

Baris Video

Loading...