Indonesia berkabung. Ledakan bom terjadi lagi di Jakarta tepatnya di hotel Rizt Carlton dan JW Mariot. Ledakan ini bukan hanya membuat korban saja berkabung tetapi seluruh rakyat Indonesia. Kesedihan juga saya rasakan bukan karena MU gagal datang ke Indonesia tetapi kejadian ini membuat nama Indonesia (notabene adalah negara yang jumlah Muslimnya terbesar) tercoreng alias menjadi negara tidak aman.
Kejadian ini merupakan pukulan telak bagi rakyat Indonesia pada umumnya. Kenapa menjadi pukulan telat? Hal ini dikarenakan pandangan dunia terhadap Indonesia sebagai negara yang penuh dengan teroris. Hal ini juga dialami oleh Pakistan. Salah satu rekan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Pakistan mengalami kesulitan untuk mengurusi visa ke Belanda untuk menghadiri Simposium Internasional 2009 di Den Haag dengan alasan bahwa Pakistan tersuspect negara teroris. Saya khawatirkan Indonesia bisa jadi tersuspect seperti ini dengan kejadian bom ini. Tapi bagi saya, Indonesia masih bisa untuk memulihkan nama baiknya di depan mata dunia. Lebih mendalam lagi, yang saya khawatirkan adalah Islam dipandang jadi agama teroris. Loh kok korelasinya seperti ini? Sesuai yang saya katakan bahwa Pakistan sudah mendapat suspect sebagai negara teroris dimana kita ketahui bahwa Pakistan adalah negara yang dominan Islam. Dengan kejadian bom di Jakarta ini, saya khawatir membuat Islam tercoreng lagi.
Sebenarnya kekhawatiran saya tentang pandangan orang lain tentang Islam merupakan negara kekerasan bukan hanya sekedar asumsi saya. Beberapa hari lalu, sebelum kejadian bom di Jakarta, salah satu partner saya dalam penelitian di sini menanyakan ke saya bahwa apakah India memiliki budaya yang sama dengan Indonesia. Awalnya saya pikir pertanyaan ini merupakan pertanyaan biasa yang mencoba korelasikan bentuk ras yang sama antar Indonesia dengan India. Tetapi singkat cerita, ketika saya tanya kenapa dia menanyakan tentang itu, dia menjawab bahwa dia telah nonton suatu film (saya lupa judul film nya) yang berisikan tentang Islam di India. Dia menanyakan budaya Islam yang ada di film tersebut. Dan dia mencoba klaifikasi terhadap budaya di Indonesia. Sebenarnya yang saya tangkap, dia menanyakan budaya Islam. Pada saat itu, saya hanya bisa menjelaskan bahwa Islam mengajarkan kebaikan bukan peperangan, tapi sebelum berkomentar lebih banyak saya meminta kepada dia untuk meminjamkan film itu agar saya bisa nonton dan bisa menjelaskan persepsi apa yang salah dalam film itu atau meluruskan. Kasus lain, satu hari sebelum kejadian ledakan bom, saya ada lab meeting singkat dengan supervisor. Di akhir lab meeting, beliau mengatakan bahwa ada International conference di USA. Tetapi beliau agak khawatir mahasiswa dari Indonesia untuk dapat visa pergi ke USA. Beliau mengatakan bahwa Indonesia dominan muslim sehingga agak mempersulit proses visa. Walaupun saya sendiri belum tahu alasan dari kedubes USA.
Inilah tugas terberat kita sebagai kaum muda Indonesia pada umumnya dan kaum muda muslim pada khususnya. Kita harus meluruskan bahwa norma yang diajarkan Islam tidak sesuai yang mereka bayangkan. Dan tugas kita juga menjelaskan bahwa Indonesia adalah negara yang penuh norma dan nilai yang ada dan tidak mengajarkan tentang kekerasan. Semoga aja judul artikel ini hanya sebuah khawatir saya yang tidak terbukti. Semoga tidak ada lagi yang trauma dengan Islam.
Tantangan akan selalu datang dalam kehidupan ini. Lalu bagaimana menyikapi tantangan tersebut? Tantangan ini harus dihadapi untuk mencapai suatu kehidupan yang sejahtera. Pada tulisan saat ini tantangan yang dihadapi berupa tantangan untuk sekelompok orang bukan tantangan pribadi. Tantangan ini diprediksikan akan muncul sekitar 50 tahun ke depan. Tantangan itu adalah:
Pertama adalah energi (energy). Kita sudah mengetahui bahwa energi merupakan tantangan (issue) yang muncul pada saat ini. Bukan hanya Indonesia tetapi Negara lain juga berusaha untuk menyelesaikan tantangan ini. Ada beberapa alternatif yang dikeluarkan untuk menciptakan energi yang terbarui. Saya ambil salah satu solusi yang ditawarkan dalam tantangan ini yaitu solar cell. Sampai saat ini solar cell ini masih terus dikembangkan agar bias menjadi salah satu solusi untuk tantangan energi. Sampai saat ini banyak ilmuwan yang berusaha untuk menaikkan efesiensi dari solar cell. Prof Smalley merupakan salah satu ilmuwan yang telah memberikan kontribusinya untuk menjawab tantangan energi ini. Beliau telah berhasil menemukan Carbon nano tube (CNT) yang merupakan material yang memiliki electrical properties dan mechanical properties yang sangat bagus. Prof Smalley berhasil memberikan karyanya untuk menjawab tantangan ini.
Kedua adalah air (water). Air merupakan sumber kehidupan. Untuk meneliti apabila suatu daerah ada kehidupan maka kita dapat melihat atau mencari apa daerah tersebut memiliki air atau tidak. Begitu penting air ini bagi kehidupan kita. Di cairan dalam tubuh kita terdiri kurang lebih 60 % air. Ini lah salah satu aspek air begitu penting dalam kehidupan. Lalu apa masalah dengan air? Saya hanya ambil kasus di Indonesia saja. Kita dapat mengetahui ketika pada musim kemarau, air sulit dicari pada daerah tertentu . Tetapi ketika pada musim hujan, air tersebut bisa membuat kerugian. Nah, salah satu tantangannya adalah mengendalikan ketersediaan air di permukaan bumi. Tidak hanya ini saja, untuk mengelola air untuk bisa dikonsumsi mempunyai tantangan tersendiri.
Ketiga adalah pangan (food). Kita sudah mengetahui bahwa pangan merupakan kebutuhan primer manusia. Jika terjadi krisis pangan maka kehidupan manusia akan menghadapi ancaman. Oleh karena itu, tantangan ini menjadi tantangan serius yang perlu segera ditanggapi. Pada saat ini Indonesia berhasil menghadapi tantangan krisi pangan ini dengan berhasil menjadi Negara swasembada beras. Semoga keberhasilan ini masih bisa dipertahankan.
Ketiga tantangan ini merupakan agenda pada departemen Ristek Indonesia. Saat ini Ristek lagi mencoba gencar melakukan penelitian tentang FEW (Food, Energy, Water).
Keempat adalah lingkungan (environment). Dengan alas an apapun, lingkungan harus tetap dijaga keseimbangannya. Seiring dengan berkembangnya industri di muka bumi ini menjadi ancaman terbesar terhadap lingkungan. Oleh karena itu, setiap Industri diharapkan memiliki satu divisi yang selalu memperhatikan AMDAL di lingkungan sekitar industri tersebut. Saat ini sudah banyak berkembang LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang bergerak di bidanga lingkungan. LSM ini diharapkan bisa menjadi system kendali untuk mengamati isu lingkungan ini.
Kelima adalah kemiskinan (poverty). Tantangan ini sedang dihadapi oleh Indonesia. Untuk membicarakan tentang kemiskinan, banyak sudut pandang akan muncul untuk memberikan solusi. Lalu solusi yang mana yang tepat? Solusi yang tepat harus disesuaikan dengan kondisi saat itu. Isu ini mungkin teman-teman dari ilmu kedisplinan social lebih banyak yang kontribusi.
Keenam adalah teroris dan perang (terrorism and war). Untuk tantangan ini saya tidak bisa banyak menjelaskan. Bisa jadi isu ini bekaitan dengan perdagangan senjata di dunia (perdagangan yang terjadi bisa terjadi antar entitas bukan antar Negara).
Ketujuh adalah penyakit (disease ). Saat ini sudah muncul viru flu babi (H1N1) yang masih menghebohkan dunia. Nah, tantangan ini merupakan tantangan di dunia kesehatan. Bukan hanya ini saja yang menjadi tantangan di dunia kesehatan. Ada tantangan yang lain mengenai penyakit, hanya saja flu babi menjadi tantangan yang lagi hangat dibahas saat ini.
Kedelapan adalah pendidikan (education). Indonesia saat ini sudah berani untuk menyediakan 20% dari anggaran pemerintahan untuk pendidikan. Sikap ini bisa jadi jawaban untuk menjawab tantangan di dunia pendidikan. Kualitas suatu Negara bisa diukur dari kualitas pendidikan yang diberikan oleh Negara tersebut.
Kesembilan adalah demokrasi (democracy). Menurut saya masih ada kekurangan demokrasi yang dilaksanakan di Indonesia. Dengan menganggap semua suara adalah sama bisa jadi menjadi permasalahan. Artinya suara orang yang tidak mengerti sama sekali dianggap sama dengan suara orang yang mengerti.
Kesepuluh adalah populasi (population). Bumi memiliki luas yang terbatas. Jika populasi manusia semakin bertambah maka diperlukan lahan untuk tempat tinggal manusia. Mungkin tantangan bisa dibayangkan apabila terjadi. Tantangan ini sangat berkaitan dengan tantangan kedua, ketiga,keempat dan kelima.
Kesepuluh tantangan ini menjadi tugas besar dari peneliti untuk memberikan jawabannya. Jawaban ini berupa karya yang dihasilkan oleh peneliti.
Tulisan saat ini merupakan pendapat pribadi saya mengenai niat, tujuan dan usaha. Mengapa tiga komponen ini saya ambil untuk dibahas? Karena tiga komponen ini adalah komponen yang dibutuhkan dalam meraih cita-cita.
Niat merupakan motivasi di dalam diri manusi untuk melakukan sesuatu. Tujuan merupakan arah yang akan kita capai. Usaha merupakan proses yang kita lakukan untuk mencapai tujuan.
Ketiga komponen itu saya analogikan sebagai sebuah mobil yang akan melakukan perjalanan. Niat saya analogikan sebagai bahan bakar. Jika bahan bakarnya salah maka mobil tersebut tidak akan jalan. Nah niat ini merupakan komponen utama. Jika kita memiliki niat yang beda maka motivasi untuk melakukan sesuatu pun akan mengalami kerusakkan. Apa yang dimaksud dengan kerusakan ini? Yang dimaksud kerusakan ini adalah nilai semangatnya akan menghilang atau nilai pahalanya akan hilang.
Tujuan dianalogikan sebagai tempat yang ditujukan. Ketika kita ingin berkendaraan, pasti kita harus punya tujuan. Kalau tidak ada tujuan maka kita akan menghabiskan energi tanpa mendapatkan sesuatu.
Usaha dianalogikan sebagai jalan yang dilalui. Kita harus memilih jalan yang bagus dan yang benar. Ketika kita sudah punya tujuan, tapi kita gunakan jalan yang hancur maka mengakibatkan kendaraan kita akan rusak. Begitu juga maksud dari usaha, jika usahanya tidak benar maka akan menghasilkan kerusakan walaupun tujuan akan tercapai.
Dengan analogi seperti itu maka menurut saya niat, tujuan dan usaha adalah komponen yang harus diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari.
Tulisan ini saya buat sebagai pengamatan saya untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi kehidupan berkeluarga. Pengamatan yang saya lakukan adalah melihat kejadian yang terjadi sekitar kehidupan saya.
Keluarga merupakan suatu kelompok terkecil dari suatu komunitas warga, dimana keluarga tersebut terdiri dari minimal dua orang yaitu suami dan istri. Tujuan dari keluarga ini adalah mempersiapkan keturunan yang memiliki kepribadian yang unggul (dalam Islam terkenal dengan muwashofat (10 kepribadian muslim)). Oleh karena itu, salah satu fungsi dari keluarga adalah fungsi pembinaan/ kaderisasi. Dengan adanya fungsi kaderisasi maka membentuk keluarga tersebut tidak semudah membalikkan kedua tangan.
Dengan penjelasan dari paragraf sebelumnya, maka diperlukan pengetahuan persiapan membangun keluarga bahagia. Makna bahagia di sini adalah merasakan ketenangan dalam mencapai tujuan serta dapat meraih tujuan tersebut. Dari pengamatan terhadap kejadian yang ada, ternyata diperlukan tiga hal diperhatikan untuk mencapai bahagia dalam berkeluarga. Yaitu:
Komunikasi yang terbuka di keluarga. Komunikasi adalah komponen yang terpenting. Dengan adanya komunikasi ini maka kita bisa membentuk keluarga yang memiliki visi bersama. Selain itu, komunikasi dapat menghidari sikap ketidakpercayaan antara anggota keluarga. Sebaiknya komunikasi dilakukan pada seluruh aspek, misalnya keuangan, pendidikan anak, persiapan liburan, permasalahan yang dihadapi dll.
Jangan jadikan bahwa uang adalah tujuan hidup. Uang mungkin sebagai salah satu komponen terpenting dalam hidup. Saya tidak membohongi diri saya bahwa dalam berkeluarga sangat dibutuhkan uang (salah satu kepribadian muslim adalah mandiri dalam ekonomi yang notabenenya mempunyai uang). Tapi bukan berarti kebahagian itu dinilai dari banyaknya uang. Saya merupakan penganut bahwa kaya itu bukan lah tujuan tapi kaya adalah suatu resiko/efek. Artinya ketika kita mempunyai cita-cita, dan jika cita-cita tersebut dapat diraih maka uang akan mengalir dengan sendirinya.
Saling mengerti dan memahami. Point ini adalah turunan dari point pertama. Maksud dari point ini adalah bagaimana sang suami bisa memahami keadaan dan sifat istri mulai dari yang baik sampai yang buruk, begitu juga sebaliknya. Sehingga fungsi point ini adalah adanya sikap sebagai penghibur ketika suami lagi punya masalah atau ketika istri lagi punya masalah. Kenapa point ini sebagai turunan point pertama? Karena pada point ini dibutuhkan kemampuan komunikasi yang baik untuk mengeti dan memahami keadaan anggota keluarga (suami, istri, anak).
Ketiga point tersebut dibutuhkan dalam membentuk keluarga bahagia (bahagia berkeluarga). Semoga hasil pengamatan ini yang selanjutnya saya sadurkan dalam bentuk paparan atikel bisa diaplikasikan dengan mudah dalam membentuk keluarga.
Mungkin bisa membantu mengenal saya lebih dekat.. Ini merupakan hasil dari facebook: Hanya merupakan prediksi saja, silahkan untuk berpikir objektif terhadap saya sendiri... :D
Hadi telah menghitung tarikh lahirnya dalam tahun Islam.
Bulan kelahiran Islam anda adalah pada 18 Muharram 1408 Hijrah iaitu jatuh pada hari Sabtu.
Maksud : Bulan ini mengambil perkataan "Haram" yang bermaksud terlarang. Ini disebabkan budaya atau tradisi Arab mengharamkan sebarang peperangan pada bulan ini. Selepas munculnya Islam, Allah meneruskan budaya ini lantas menjadi satu antara empat bulan haram dalam Islam.
Sifat : Seseorang itu bersifat pendiam dan memiliki pemikiran yang sihat. Mungkin akan menjadi tidak sihat sekiranya anda tidak mendapat didikan yang sempurna. Walaupun begitu, jika dididik dengan baik, anda boleh menjadi seorang yang cerdik kerana bakat fikiran yang pintar dan cerdas yang ada pada anda. Di samping itu anda mempunyai keinginan yang baik dan selalu berada dalam keadaaan yang selamat.
Dua kata yang sangat mudah diucapkan tapi memerlukan perjuangan untuk pelaksanaannya yaitu:
Sabar
Iklhas
Mungkin mulut kita bisa mengucapkan kata tersebut berulang-ulang tapi hati kita sulit melakukannya secara kontinuitas kecuali bagi orang-orang yang tahu maknany..
Selamat untuk berlatih mempraktekan kedua kata tersebut....
Pada hari Jum'at (27 Maret 2009) pagi terjadi musibah di daerah Tanggerang. Tanggul Situ Gintung jebol yang mengakibatkan rumah penduduk di sekitar tanggul Situ Gintung hancur porak poranda. Kejadian ini telah makan puluhan korban tewas. Ada seorang bapak berumur 55 tahun telah kehilangan 7 anggota keluarganya. Saya turut berduka ketika mendengar kabar ini. Semoga korban diberikan ketabahan oleh Allah SWT.
Kejadian ini saya mendapatkan pelajaran arti dari sikap aktif. Sikap proaktif bisa mencegah peristiwa ini atau bisa diadakan evakuasi dini. Tanggul dibangun pada saat jaman penjajahan Belanda. Tanggul ini sudah beberapa kali mengalami kerusakan. Sesaat sebelum tanggul jebol, sudah ada indikasi bahwa tanggul mulai rusak. Dalam kondisi seperti ini menurut saya seharusnya sudah ada sikap proaktif dari pihak-pihak terkait apalagi pada saat ini curah hujan di daerah Jabotabek cukup tinggi. Tetapi sikap proaktif telah telat karena peristiwa ini sudah terjadi ketika penduduk sedang tertidur pulas.
Pada musim penghujan, di daerah Jabotabek sering terjadi bencana. Saya berharap dengan kejadian ini kita sebagai warga Indonesia (khususnya bagi orang-orang yang berkaitan dengan keilmuan infrastruktur) bisa bersikap proaktif untuk mencegah kejadian yang banyak makan korban seperti ini. Bukan jamannya untuk melimpahkan tanggung jawab kepada orang lain, seharusnya adalah saling sinergi untuk menyelesaikan persoalan yang ada.
Kejadian ini merupakan pelajaran bagi seluruh warga Indonesia bukan hanya pemerintah saja atau warga sekitar tanggul saja. Marilah kita bersinergi untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh Indonesia. Kejadian jebol tanggul ini merupakan salah satu persoalan dari berbagai persoalan yang dihadapi oleh warga Indonesia.
Pembangunan yang berkelanjutan bergantung terhadap tiga komponen yaitu sumber daya manusia, sumber daya alam dan sistem.Sumber daya alam dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya apabila terdapat teknologi.Teknologi muncul dikarenakan adanya sumber daya manusia yang bermutu. Sumber daya manusia akan menjadi lebih baik apabila pendidikan yang diberikan mempunyai nilai-nilai yang baik. Apabila pendidikan hancur maka pendidikan yang berkelanjutan mengalami masalah.
Krisis multidimensional yang melanda Indonesia merupakan sumber daya manusia yang masih belum bisa bersaing. Sumber daya manusia yang belum bisa bersaing dikarenakan mutu pendidikan belum baik. Dan yang paling merisaukan sumber daya manusia sering bertindak tanpa moralitas.
Menurut IMD (2000) Indonesia menduduki peringkat ke-45 (dari 47 negara) dalam hal daya saing. Padahal Singapura berada pada posisi no.2 dan Malaysia serta Thailand masing-masing pada urutan ke-25 dan ke-23. Daya saing ditentukan oleh mutu SDM. Ditinjau dari segi mutu SDM, Indonesia menduduki peringkat 46. SDM Indonesia ternyata kurang menguasai sains dan teknologi, dan kurang mampu secara manajerial. Dalam kedua hal ini Indonesia mendapat nomor urut 42 dan 44.
Penelitian lain mengungkapkan, produktivitas SDM Indonesia rendah, karena kurang percaya diri, kurang kompetitif, kurang kreatif dan sulit berprakarsa sendiri (=selfstarter, N Idrus CITD 1999).
Di samping itu, banyak pusat kajian menggolongkan Indonesia pada kelas amat wahid dalam hal korupsi. Korupsi berkaitan dengan penyalahgunaan kewenangan, dengan kebohongan, ketidakjujuran, bahkan dengan ketidakadilan dan pemerasan. Semua itu tanda-tanda kemerosotan bahkan kebejatan moral.
Tidak adil apabila kita hanya mempersalahkan dunia pendidikan. Karena kemerosotan turut dipengaruhi oleh faktor lingkungan, khususnya media massa. Namun, tetap benar institusi yang ex officio bertanggung jawab terhadap pembinaan SDM adalah dunia pendidikan. Oleh sebab itu, penting sekali negara berkembang seperti Indonesia mengikuti nasihat peneliti McDougall: invest in man not in plan.
Dari paparan diatas dapat disimpulkan bahwa inti permasalahan dari pembangunan berkelanjutan adalah pendidikan yang belum bisa menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya moralitas yang rendah. Salah satu yang dapat dirasakan adalah korupsi yang terjadi di tengah-tengah birokrat Indonesia.
Makalah ini akan membahas solusi yang bisa menjawab permasalahan utama yang harus dihadapi untuk menjalankan pembangunan berkelanjutan.
Telaah Pustaka
Manusia Pembelajar
Tugas, tanggung jawab dan panggilan pertama seorang manusia adalah menjadi pembelajar. Sedangkan pelajaran pertama dan terutama yang perlu dipelajarinya adalah belajar menjadikan dirinya semanusiawi mungkin.Keunikan manusia dibandingkan dengan berbagai makhluk dan ciptaan Tuhan lainnya khususnya dengan binatang adalah manusia dapat belajar tentang, belajar melakukan dan belajar menjadi dirinya sendiri sementara binatang hanya dimungkinkan untuk belajar melakukan.Binatang tidak dapat belajar tentang apalagi belajar menjadi.
Perbedaan antara belajar tentang dan belajar melakukan dapat dicontohkan belajar sepeda. Dicontohkan belajar tentang bersepeda berarti mempelajari teori-teori terkait dan itu dapat dilakukan di sebuah ruangan yang tidak ada sepedanya.Belajar bersepeda (belajar melakukan) berarti pergi membawa sepeda ke tanah lapang atau jalan dan praktik langsung.
Belajar menjadi adalah proses manusia pembelajar memanusiawikan dirinya. Memanusiawikan diri maksudnya adalah merenungkan hakikat dirinya terlebih dahulu, mencari jati dirinya, menghayati keberadaannya sebagai “apa” dan “siapa”. [1]
Berpikir Besar
Seseorang akan menjadi manusia besar diawali oleh pikirannya. Apabila pikiran manusia hanya berpikir kecil maka manusia tersebut tidak akan pernah menjadi orang-orang yang besar. Sebaliknya apabila manusia berpikir suatu hal yang besar maka manusia tersebut akan menjadi orang-orang yang besar.[2]
Dalam menghadapi pembangunan yang berkelanjutan yang perlu diperhatikan adalah manusia yang berkualitas terutama dalam pemikiran daripada kuantitas manusia yang bekerja dalam pembangunan. [3]
Kualitas dari manusia dapat dilihat dari pola pikirnya. Dapat dianalogikan untuk melihat gelas yang berisi setengah air. Apabila manusia melihat gelas tersebut adalah setengah kosong maka manusia tersebut orang yang pesimis. Sebaliknya apabila manusia melihat gelas tersebut adalah setengah isi maka manusia tersebut orang yang optimis.[4]
Dengan pemikiran yang besar dapat membuat manusia menjadi visioner. Manusia visioner merupakan manusia yang bisa melakukan pencapaian-pencapaian besar. Manusia-manusia visioner dapat menjadi golongan creative minority. Creative minority merupakan sekumpulan manusia yang minoritas yang dapat melakukan suatu perubahan besar.
Lingkungan
Lingkungan merupakan komponen utama dalam proses pendidikan. Nilai-nilai yang terdapat di tengah masyarakat biasanya akan dapat disampaikan melalui lingkungan.
Lingkungan juga dapat membentuk pola pikir seseorang.Salah satu contohnya adalah anak-anak jalanan. Anak-anak jalanan memiliki pola pikiran hidup untuk makan.Pola pikiran ini telah terciptakan ketika mereka lahir di tengah kehidupan yang sulit. Lingkungan mereka membentuk pola pikir mereka hidup untuk mencari uang yang cukup untuk membeli makanan.
Selain itu lingkungan yang bebas dapat juga membawa manusia hidup dalam pergaulan bebas yang dapat menjebak manusia pada obat-obat terlarang maupun sex bebas. Hal ini juga dapat menghancurkan masa depan anak-anak muda yang notabenenya menjadi stake holder dalam pembangunan yang berkelanjutan.
Integritas
Integritas adalah kesesuain antara hati, perkataan dan perbuatan. Dapat dikatakan bahwa integritas adalah kejujuran.
Nilai-nilai integritas ini tidak dapat diajarkan dalam kelas atau dalam media diskusi. Nilai-nilai ini akan tersampaikan apabila adanya praktik tauladan yang baik yang dilakukan seseorang. Dengan kata yang lain nilai-nilai integritas akan tersampaikan melalui lingkungan.
Tabel 1 merupakan tabel hasil survei NACE USA. [5]
Tabel 1
Dari tabel 1 tersebut dapat dilihat ternyata integritas merupakan komponen yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Dengan integritas yang tinggi maka manusia dapat dipercaya untuk mendapat amanah dalam pekerjaan. Dalam pelaksanaan pembangunan dibutuhkan orang-orang yang memiliki integritas yang tinggi.
Pembahasan
Permasalahan utama yang dihadapi oleh pembangunan Indonesia adalah krisis sumber daya manusia yang berkualitas dan bermoral. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya kasus korupsi yang terjadi di lembaga pemerintahan dan juga tingkat pengangguran yang tinggi.
Solusi untuk menghadapi permasalahan tersebut adalah membuat pendidikan “belajar menjadi” sedini mungkin.
Pendidikan di tingkat SD sebaiknya tidak hanya mendapat materi “belajar tentang” saja (pelajaran formal) tetapi juga mendapat materi “belajar menjadi”. Sebenarnya untuk mendapatkan materi “belajar menjadi” dibutuhkan lingkungan yang mendukung baik lingkungan di sekolah maupun di lingkungan keluarga.
Pemikiran-pemikiran visioner juga diharapkan diberikan pada saat umur 7-14 tahun.Hal ini dikarenakan pada umur 7-14 tahun merupakan masa pembentukan karakter diri. Pada masa ini sebaiknya telah diceritakan mengenai profesi-profesi yang ada.Informasi mengenai profesi-profesi yang ada membuat mereka dapat menentukan masa depannya dan konsekuensi perjuangan yang harus dilewati. Dengan mengetahui masa depan ke arah mana, maka akan tercipta manusia-manusia pemimpi besar yang selanjutnya akan menjadi bagian dari creative minority.
Hal ini telah dilakukan oleh sekolah alam Bandung. Dimana sekolah alam Bandung telah mengajarkan materi “belajar tentang” dan juga “belajar menjadi”. Murid-murid sekolah alam telah diajarkan menjadi seorang entrepreneur yang diharapkan ke depannya mereka dapat menciptakan lapangan pekerjaan.Proses pemberian materi “belajar menjadi” pada sekolah alam Bandung juga didukung oleh suasana lingkungan pendidikan.
Pada umumnya di sekolah, materi “belajar menjadi” belum tentu dapat diberikan.Di sekolah pada umumnya hanya memberikan materi “belajar tentang”. Jadi di sekolah pendidikan secara keseluruhan hanya tersampaikan sebesar 30% selebihnya sebesar 70% pendidikan dilakukan di rumah oleh orang tua.
Untuk permasalahan pendidikan moral, dapat disampaikan oleh tauladan yang diberikan guru dan juga orang tua. Tauladan yang baik tersebut selanjutnya akan menghasilkan integritas.Untuk proses pembentukkan integritas merupakan tanggung jawab bersama antara guru dan orang tua. Penanaman nilai integritas sebaiknya dilakukan pada usia 7-14 tahun.
Penutup
Kesimpulan
-Proses “belajar menjadi” selama ini belum dilakukan sedini mungkin.
-Creative minority terdiri dari orang-orang yang visioner yang selanjutnya bisa melakukan perubahan-perubahan besar.
-Pada umumnya di sekolah hanya mengajarkan materi “belajar tentang”. Untuk materi “belajar menjadi” banyak membutuhkan peran orang tua.
-Lingkungan merupakan komponen yang mendukung pemberian materi “belajar menjadi” dan integritas.
-Korupsi merupakan persoalan integritas yang menurun di setiap diri manusia. Integritas yang menurun dikarenakan lingkungan yang tidak memberikan tauladan yang baik.
-Untuk membantu pembangunan yang berkelanjutan dimulai dari pemberian tauladan yang baik bagi generasi muda untuk menciptakan integritas pada generasi muda.
Rekomendasi
-Diharapkan orang tua dapat menciptakan lingkungan yang baik di keluarga dan juga berperan aktif dalam pendidikan anaknya.
-Diharapkan guru dan orang tua memiliki integritas yang baik agar dapat dicontoh oleh murid-muridnya.
Daftar Pustaka
[1] Harefa, Andreas.2005. Menjadi Manusia Pembelajar.Indonesia:Kompas.
Let it go Let it roll right off your shoulder Don't you know The hardest part is over Let it in Let your clarity define you In the end We will only just remember how it feels
Our lives are made In these small hours These little wonders These twists and turns of fate Time falls away, But these small hours These small hours Still remain
Let it slide Let your troubles fall behind you Let it shine, Till you feel it all around you And I don't mind If it's me you need to turn to We'll get by It's the heart that really matters in the end
Our lives are made In these small hours These little wonders These twists and turns of fate Time falls away But these small hours These small hours Still remain
All of my regret Will wash away somehow But I cannot forget the way I feel right now
In these small hours These little wonders These twists and turns of fate Yeah, these twisted turns of fate Time falls away Yeah, but these small hours, These small hours Still remain
Yeah, oh they still remain These little wonders All these twists and turns of fate Time falls away But these small hours These little wonders Still remain
Ada pendapat yang mengatakan bahwa untuk meraih sesuatu yang diinginkan harus melalui namanya perjuangan. Mengapa harus melalui perjuangan? Saya akan mencoba menganalogikan pertumbuhan manusia. Apakah bayi yang baru lahir selanjutnya bisa menjadi dewasa tanpa melalui masa balita, masa anak-anak, masa remaja? Tidak kan. Setiap peristiwa di muka bumi ini secara alami membutuhkan namanya proses. Untuk menyelesaikan proses itu membutuhkan namanya perjuangan.
Lalu apakah kita bisa mengambil jalan pintas dalam mencapai keinginan atau perkataan yang lain adalah melewati beberapa proses yang harus dihadapi? Nah, pertanyaan ini sebenarnya ada keterkaitan dengan masalah efisiensi perbuatan. Orang yang berpikir short cut way akan selalu mencari jalan untuk melewati sebagian proses dengan alasan untuk mencapai tujuannya dengan cepat dan tepat. Orang yang berpikiran ini biasanya memiliki pikiran tujuan minded, maksudnya adalah tujuan akhir merupakan segala-galanya. Sedikit mengeluarkan tenaga dan mendapatkan hasil yang memuaskan adalah pegangannya. Lalu apakah dia bisa mencapai tujuan nya? Sebagian bisa tapi sebagian tidak bisa mencapai tujuannya.
Kategori yang lain adalah orang yang suka berjuang melewati semua proses kegiatan. Orang seperti ini akan sabar dalam menghadapi semua tantangan dan juga proses yang harus dia hadapi. Kategori seperti ini biasanya memiliki ilmu dan juga pengalaman yang relatif lebih banyak dibandingkan oleh kategori short cut way. Kok bisa? Hal ini dikarenakan kategori orang yang suka berjuang akan mendapatkan ilmu pada setiap proses yang dia hadapi. Orientasi orang seperti ini adalah proses menuju tujuannya. Jika dia tidak dapat mencapai tujuannya, biasanya dia tidak merasa rugi atau bisa dikatakan tidak sia-sia karena dia telah mendapatkan ilmu di setiap proses yang dia hadapi.
Nah, lalu yang mana yang bagus? Untuk menuju ke suatu peubahan yang baik, kategori orang yang suka berjuang merupakan kategori yang dibutuhkan. Kategori ini biasanya akan tetap berjuang walaupun mengalami kegagalan karena kegagalan itu merupakan proses yang dia hadapi. Kategori orang yang short cut way biasanya tidak tahan dengan namanya kegagalan. Tapi bukan berarti orang yang suka berjuang tidak mengenal nama istilah efesiensi. Meeka tetap mengenal istilah efisiensi tapi efisiensi yang dimaksud adalah beusaha meninggalkan perbuatan tidak bermanfaat bukan meninggalkan proses yang bermanfaat.
Di luar dari dua kategori tersebut, ada satu hal yang tidak boleh dilupakan dalam meraih keinginan yaitu strategi. Besar atau kecil keinginan yang akan dicapai juga memerlukan srategi. Oleh karena itu, buatlah strategi yang sebaik mungkin.
Lalu kita dikategori mana? Saya masih merasa diri saya di kategori orang yang suka short cut way. Saya merasa pola pikiran saya ini harus segera saya ganti kalau menginginkan mimpi saya tercapai. "Ya Allah, hanya kepada-Mu hamba berserah diri. Izinkan hamba-Mu ini untuk melakukan peubahan pada diri sendiri. Dan izinkan lah hamba-Mu ini bisa berkarya....Amin..."